Review

Minggu yang sibuk.
Belum seminggu mengantar adik ke singaparna mengikuti test masuk ujian masuk sekolah kemarin balik lagi kesana, karena mendapat kabar kk Bin sakit. Seharian mengantar Kk Bin berobat tidak jauh dari asrama ada RSUD dan kami membawanya kesana.

Alhamdulillah tidak sulit menggunakan fasilitas BPJS dari pendaftaran, tindakan segera di IGD, pemeriksaan darah, pemberian obat hingga pada akhirnya dinyatakan boleh pulang untuk beristirahat. Kk Bin tidak keberatan untuk kami tinggal setelah segambreng pesan kami sampaikan. Sebenarnya berat hati meninggalkan Kk Bin yang belum pulih benar,mau dibawa pulang pun tidak mungkin karena Senin adalah jadwal UNBK Tsanawiyah dan jadwal nya sama dengan adik Anin yang kelas 6 SD, sementara Abi ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal di hari Sabtu dan Minggu.

Maka seharian ini saya dan adik mengurung diri dirumah 😁, bolak balik kamar,dapur dan ruang tengah. Saya menahan diri tidak keluar rumah untuk sekedar jalan- jalan cantik dengan si kembar Naura dan Naufal dan rutinitas botram di rumah neng🀣, Adik aja bisa ko menahan diri untuk tidak main keluar.

Lebih ke jaga kondisi dan membahas ulang soal ujian yang telah diberikan. Belajar nya bisa dihitung tidak lebih dari 1 jam, di waktu pagi,siang dan malam. Selebihnya main game, dengerin musik, nonton tv, makan dan beberapa kali bikin minuman dingin. Saya hanya sempat masak dan beresin rumah seperlunya saja. Rasanya hanya itu saja yang ingin dilakukan, hanya ingin lebih menemani adik saja.

Adik banyak bercerita tentang banyak hal diantaranya yang dia dan teman- temannya rasa menjelang UN, tentang kemana akan melanjutkan sekolah selanjutnya, dan tentang perpisahan yang sudah di depan mata.

Beberapa kali saya tanya siapa nama teman yang dia ceritakan, adik hanya menjawab temen aku we, hingga malam hari saya masih tanya juga siapa teman yang adik ceritakan dan masih jawaban yang sama, temen we lah. Kemudian saya tanya lagi, kenapa gak mau sebut teman yang sedang diceritakan dan jawabannya lebih panjang sekarang, jadi menurut adik, ummi kan gak tau semua teman aku karena teman aku banyak yang dari kelas yang lain, disebutin namanya juga gak akan tau dan aku malas menjelaskan lebih jauh, biar cepet aja πŸ˜†.

Cara belajar adik yang berbeda jauh dengan Kk saya biarkan saja supaya dia nyaman, kalo kk Bin harus belajar di tempat yang sunyi dan tenang. Oleh karena itu menjelang ujian kk akan lebih sering begadang. Sementara adik lebih nyaman belajar ditemani suara musik yang bingar bingar sambil didepan TV, beberapa kali nyuri – nyuri buka IG dan download beberapa lagu baru dan gambar- gambar yang dia sukai.

Santai sekali dia menghadapi ujian, saya yang gemes beberapa kali mengingatkan sudah de main game nya, sudah de mulai belajar lagi, makan dulu de, matiin dulu TV nya, sholat dulu de, sampai adik betul- betul melakukan apa yang saya minta , maka saya akan terus bawel.

Sampai adik beberapa kali merajuk, peluk mi, aku sayang ummi, bentar ummi cantik, atau jangan marah- marah terus ntar cepet tua. Saya bilang emang kalo ummi cepet tua kenapa? Ya jangan tua- tua segini aja 😁.

Semua orang pasti akan menua dan adik langsung balas peluk dan sun pipi ummi nya.. aku sayang ummi 😍.

Besok adalah pengumuman hasil test masuk pesantren semoga adik lulus ya…

Advertisements
Review

Pesantren Bukan Pilihan Akhir

Perasaan campur aduk itu kembali lagi, bolak balik buka kalender beberapa ditandai, buka lagi galeri foto di hp cocokin sama catatan di kalender.

Duhai gadis – gadisku, apalah ummi mu ini selalu baper. Tiga tahun yang lalu berbulan bulan lamanya sering tiba-tiba air mata keluar, selalu was-was tentang keadaan kakak bin di asrama bagaimana, apakah sehat,makan nya bener nga, temen-temen nya gimana, perasaanya gimana.. gimana, gimana.. Galau setiap saat di hari- harinya. Bahkan Abang sampe gemes liat saya hari- harinya yang baper.

Kemudian seperti ditampar keras oleh perkataan seorang teman baik, emang kalo si kakak ada di sini kamu selalu ada, gak tinggalin kerja,main, emang kamu selalu kasih makan enak, emang kamu bisa jamin kebahagiaan nya? Diam saya, gak ada jawaban hanya bisa merasakan malu, maaf ya Allah. Istighfar dan menangis sejadinya. Sebaik- baiknya penjaga hanyalah Engkau, Saya tetapkan dalam hati.

Saat ini sudah galau gundah gulana menghadapi adik Anin yang akan menyusul kakak bin menimba ilmu di sana, ah.. atulah dik.

Makin kacau pikiran saya mendengar jawaban adik yang kukuh pendiriannya untuk mengikuti jejak kakak nya. Kembali teringat kejadian 3 tahun lalu, kembali istighfar. Ya Allah.. ampuni ampuni..

Padahal keputusan ini adalah hasil dari rundingan, dengan perhitungan yang matang. Kenapa juga saya terus-menerus ngomporin adik agar berubah pikirannya, godaan.. godaan..

Banyak orang beranggapan bahwa pesantren itu tempatnya anak- anak nakal, susah diatur dan pilihan terakhir ketika tidak ada sekolah lain yang mau terima. Walaupun ada harapan anak akan berubah tetap saja menurut saya pesantren tidak seperti itu.

Saat ini banyak bertebaran pesantren modern, tinggal niatnya aja tujuan masuk nya mau pesantren model apa.

Setau saya nih nya, ada pesantren yang khusus Tahfiz, bahasa, sains, dan lainnya tapi mereka tetap mendapatkan pelajaran khas pesantren. Ada juga yang kurikulum pendidiknanya hanya memperdalam ilmu agama dan ada yang ditambah dengan kurikulum umum atau Tsanawiyah. Dan dari segi bangunan banyak sekali tempatnya yang baik, bagus hingga megah dengan fasilitas yang mumpuni.

Miris dan sedikit kecewa dengan beberapa orang yang menganggap rendah orang tua yang memilih memasukkan anaknya ke pesantren, bahkan pernah ada seoarang teman yang bilang ke saya, tega banget buang anak ke pesantren, atau mau lepas tanggung jawab ya.. please deh, coba pikir ulang dengan pemikiran seperti itu.

Dulu pengalaman pertama memasukkan anak ke pesantren penuh dengan perjuangan, tidak bisa dipungkiri membutuhkan biaya yang tidak sedikit, baik dari pengeluaran untuk sekolah, asrama, dan pengeluaran pribadi. Dan kita harus berjauhan, tidak bisa berkomunikasi semaunya, datang ke asrama semaunya, semua harus disesuaikan dengan jadwalnya, apalagi kegiatan anak yang padat setiap harinya.

Bismillah, kami mengawali pilihan terbaik ini, InshaAllah terbaik buat masa depan adik. Mudahkan segala urusan ya Allah..

Review

Yuk, Pesan Oleh-oleh Khas Bandung

Tahu gak sih kalau di Bandung itu sekarang sudah ada oleh-oleh khasnya? Kayaknya ada yang kurang kalau pergi ke Kota Kembang ini tidak mencicipi, membeli, dan membawanya pulang ke kota masing-masing. Ya, Bandung adalah kota kuliner. Jadi … Oleh-oleh Khas Bandung tidak akan lepas dari kulinernya.

Bolu Susu Lembang

Continue reading “Yuk, Pesan Oleh-oleh Khas Bandung”

Review

Blogger Day 2019: Seseruan Main Bareng di TSB

Bebas sepanjang musim, tagline yang Trans Studio Bandung (TSB) usung. Memang sesuai lah karena TSB itu konsepnya indoor alias di dalam ruangan. So … mau musim panas atau penghujan, kita dapat tetap menikmati dan menjajal wahana yang ada di sini. Empat kali sudah saya menyambangi tempat ini. Pertama saat mengikuti acara launching produk kosmetik, kedua main dengan admin Blogger Bandung, ketiga saat nonton konser, dan keempat acara ultah yang keempat Blogger Crony.

Continue reading “Blogger Day 2019: Seseruan Main Bareng di TSB”

Review

Diet Sehat ala FIBRO

Obesitas Grade II … itu diagnosa dokter ketika saya terakhir berobat. Ketika jarum timbangan terus mengarah ke kanan, lutut sakit, sering merasa sesak nafas, dan badan terasa berat, yakinlah bahwa kamu harus segera membenahi pola hidupmu. Tidak hanya pola makan, gerak tubuh pun jangan dilewatkan. Mudah sekali dokter menerangkan dari A sampai Z, tapi saya tidak patah arang dan merasa ini adalah kerja keras yang harus segera dilakonin.

Fibro

Continue reading “Diet Sehat ala FIBRO”

Review

Mewarnai Kehidupan ala Faber Castell

“Kepala aku sakit, Mi.”

Dua hari ke belakang, Adik mengeluh beberapa kali tentang kepalanya. Dipegang dahinya gak ada demam, penampilannya pun gak terlihat kayak orang sakit. Oh, mungkin Adik penat dengan pelajaran di sekolah. Ya, saat ini Adik sudah duduk di kelas 6, yang sedang mempersiapkan Ujian Nasional. Otomatis porsi pelajaran di sekolah ditambah dengan pelajaran tambahan. Beberapa kali ‘try out‘ dan setiap harinya selalu membahas soal. Bahkan, Adik harus masih membawa tugasnya ke rumah untuk dikerjakan bareng Abi. Dalam hitungan atau matematika, Adik kurang menguasai. Ia akan lebih cepat paham kalau hapalan.

Mewarnai

Continue reading “Mewarnai Kehidupan ala Faber Castell”