Keluarga

Happy Birthday, Kak

Kak, Ummi pernah bilang kan bahwa kita gak akan selalu dapat apa yang kita mau. Kita yang harus pandai-pandai membawa diri, melebur dengan semua keadaan, dan berdamai dengan banyak orang yang ada di sekeliling kita. Bahkan Ummi dan Abi yang sudah tidak diragukan lagi rasa kasih dan sayangnya tidak dapat mengikuti semua maunya Kakak. Kadang terasa nyebelin dan seringkali bikin kecewa. Akan tetapi itulah fitrahnya manusia, gak ada yang sempurna.

Continue reading “Happy Birthday, Kak”

Advertisements
Review

Curhat Dong, Pak

Bu Intan, seorang blogger dengan belasan anak dan puluhan cucu, berkeluh kesah tentang semakin langkanya tabung gas 3 kg di pasaran. Kaget juga karena sesi curhat yang awalnya dianggap serius dan harus berhubungan dengan MPR, tiba-tiba sudah diawali dengan kelangkaan tabung gas. Tapi emang bener sih, Umi sendiri ngalamin sendiri muter-muter sama Abi cari gas 3 kg hingga sampai keluar komplek. Untunglah dapat. Sementara itu, Bu Maria, curhat soal sampah. Hmmm … tapi apa MPR juga ngurusin sampah? tanya Umi dalam hati. Jadi pengen ketawa. Akan tetapi memang masalah sampah itu nyebelin. Ada saja orang-orang yang gak peduli buang sampah di pinggir jalan. Huh.

Continue reading “Curhat Dong, Pak”

Review

Mendamba Keluarga Harmonis dengan HIJUP dan Resik

Libur telah tiba, libur telah tiba
Hore … hore … hore … HORE!!!

Ya, Desember pertengahan ini Kakak dan Adik libur sekolah. Kakak yang sudah mondok selama hampir dua tahun pun, kini sedang ada dirumah. Huh! Membuat malas bergerak ke luar rumah. Maunya kumpul di rumah dan malas-malasan. Kalau sudah begini, kami berempat saling bertukar cerita kegiatan sehari-hari, dari yang ringan hingga bermakna. Kesempatan yang gak boleh disia- siakan.

Kakak senang bercerita, Adik pun demikian. Kakak bercerita tentang pelajaran yang semakin hari semakin sulit, bahkan pengantarnya pun beberapa menggunakan bahasa Arab. Ia juga bercerita tentang teman-temannya yang menyenangkan hingga menyebalkan, termasuk rencana ke depannya bagaimana. Kakak masih bingung apakah mau melanjutkan SMA di tempat yang sama atau mengikuti jejak teman-temannya keluar pondok, masuk SMA Tahfiz Quran atau SMA negeri di Bandung. Sedangkan Adik lebih banyak bercerita tentang teman-teman mainnya di rumah atau tentang keluarga GEN Halilintar, yang videonya telah menjadi tontotan favoritnya.

Continue reading “Mendamba Keluarga Harmonis dengan HIJUP dan Resik”

Keluarga

Minggu 14 Desember 2014

Ya Allah, pada hari lahirku yang ke-34 ini, aku bersyukur telah Engkau berikan nafas yang lega, badan besar yang sehat, dan kemampuan dalam berbagai hal. Tanpa seizin-Mu, apalah aku, ampuni segala dosaku….

Terima kasih telah menitipkanku kepada bapak dan ibu yang superhebat, penyayang, dan pengasih. Hari ini aku bersaksi kepada-Mu, ibuku adalah orang yang penyayang, orang yang sangat baik hatinya. Beliau mengajariku berbagai macam hal dari mulai belajar menyusu, mulai makan, berjalan, bernyanyi, berhitung dan membaca, memasak, hingga membuat kue. Beliau pun mengajariku agar mau berempati kepada banyak orang, berbelas kasih, dan tegar dalam menjalani hidup.

Continue reading “Minggu 14 Desember 2014”

Review

Dari Rumah Tangga Menuju Kota Hijau

Pak Herry Vaza selesai memungut sampah plastik (Foto: Bang Aswi)

Alhamdulillah minggu pagi yang cerah, diawali dengan senam zumba dan rezeki yang Allah beri berupa sinar matahari yang sempurna. Manfaatnya adalah berkeringat dan membuat badan yang tadinya lemas menjadi segar bugar. Padahal sebelumnya berkejaran dengan waktu menembus dinginnya terpaan angin jalanan kota Bandung dengan motor yang kami tumpangi berdua. Abi tampak tergesa memicu motor tua kami. Dalam hati, “Hmmm … untung Adik tidak jadi ikut, makin lambatlah laju motor ini karena kelebihan beban.”

Sampai ke tempat tujuan yang lumayan jauh karena dari ujung ke ujung. Kami dari daerah Bandung Selatan atau tepatnya Bojongsoang menuju Car Free Day (CFD) Dago. Berasa lega karena acara belum dimulai saat sampai di Eduplex Dago. Say hello dan cipika-cipiki dengan teman-teman dari dunia maya yang jarang bersua tapi berasa dekat di hati. Mereka adalah para Kompasianer Bandung yang notabene juga anggota Blogger Bandung. Obrolan singkat dan renyah di depan toilet sambil berganti baju seragam kuning. Sementara di luar sana terdengar suara musik yang hingar-bingar dan suara MC yang penuh semangat memanggil para pejalan kaki untuk bergabung dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang PUPR).

Continue reading “Dari Rumah Tangga Menuju Kota Hijau”

Review

Inovasi Warung Rumahan yang Menguntungkan

Pak Yogie Septiyana Rochman, Branch Trainer Alfamart

Bisa dibilang dunia dagang sudah lama saya geluti, meskipun berjualan kecil-kecilan dan menjual apa saja yang dititipkan teman-teman atau keluarga. Hampir semuanya tidak mengeluarkan modal, jadi hanya berbagi keuntungan saja. Seiring berjalannya waktu dengan bertambahnya kebutuhan hidup, inginlah rasanya berjualan dengan pendapatan yang stabil setiap bulannya. Masih bingung sih sebenarnya, mau jualan apa ya? Masih banyak alasan lainnya yang sebenarnya bisa jadi adalah ketakutan saya untuk memulai. Om Bob Sadino sendiri mengatakan, “Bisnis apa yang bagus? Bisnis yang dijalankan, bukan bisnis yang ditanyakan terus.” Hehehe … kena batunya. Lalu teknisnya gimana?

Oleh karena itu beruntung banget saya bisa ikut hadir bersama anggota #BloggerBDG lainnya pada hari Jumat kemarin di acara Pelatihan Manajemen Ritel. Tempatnya sendiri lumayan jauh karena berada di luar Bandung, yaitu di daerah Nanjung, Cimahi. Inilah kantor cabang Alfamart di Bandung yang dianggap sebagai Gudang Alfamart Bandung 2. Kalau yang pertama, letaknya di Jl. Soekarno Hatta, Gedebage. Bersama sosok itu, saya berangkat naik motor. Melelahkan juga karena belum pernah jalan ke daerah Nanjung. Harus lewat Leuwigajah yang banyak pabriknya. Demi acara ini, saya meminta pindah shift kerja ke siang. Penasaran soalnya.

Continue reading “Inovasi Warung Rumahan yang Menguntungkan”

Uncategorized

Bersamamu Jelas Lebih Enak

Kebersamaan adalah segalanya. Cukuplah di dunia ini aku berjalan dengan alas sendal jepit dan makan bala-bala di pinggir jalan, asalkan selalu bersamamu. Cukup. Karena bersamamu adalah kekayaan tiada tara bagiku.

Masih terekam jelas dalam ingatan, sore itu kita berdua duduk di ujung dermaga. Bukan dermaga kapal. Hanya dermaga bambu yang memang diperuntukkan untuk orang-orang yang ingin menikmati laut lebih dalam lagi. Termasuk kita. Duduk berdampingan sambil menikmati sang surya yang sebentar lagi menghilang di ujung horizon. Warna keemasan berpendar begitu terang. Burung-burung laut terbang berputar untuk selanjutnya kembali ke sarang. Angin berhembus tidak terlalu kencang. Rambutmu berkibar. Kamu tiba-tiba saja merangkulku, saat semburat warna merah menghujani langit. Pada saat itulah aku merasakan kembali cinta yang bertubi-tubi darimu … menghujam hatiku. Matahari boleh tenggelam, tetapi cintaku padamu seolah-olah terbit dengan pancaran sinar yang memukau.

Continue reading “Bersamamu Jelas Lebih Enak”